
Itu Dokumen DDDT Taman Nasional Komodo merupakan referensi perencanaan penting yang mendukung pengelolaan arus pengunjung dan pariwisata berkelanjutan di salah satu kawasan konservasi paling ikonik di Indonesia. Dokumen ini menilai daya tampung dan kapasitas pengunjung dari rute trekking utama dan lokasi wisata populer untuk mencapai keseimbangan antara perlindungan ekologi dan kegiatan pariwisata di dalam taman.
๐ Latar Belakang dan Tujuan
Taman Nasional Komodo, rumah bagi spesies yang terancam punah. Komodo (Varanus komodoensisTaman Nasional Hawaii (L.C.), memiliki banyak daya tarik alam yang menarik semakin banyak pengunjung domestik dan internasional. Antara tahun 2008 dan 2013, jumlah wisatawan yang mengunjungi taman ini meningkat secara signifikan, menyoroti perlunya memahami berapa banyak pengunjung yang dapat ditampung taman ini tanpa merusak ekosistem dan habitat satwa liarnya.
Dokumen DDDT memberikan data ilmiah dan rekomendasi kepada manajemen taman untuk membantu menginformasikan kebijakan tentang batasan pengunjung, zonasi, dan perencanaan infrastruktur berkelanjutan. Dokumen ini membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting seperti: berapa banyak pengunjung per hari atau per tahun yang dapat ditampung oleh taman tersebut. tanpa mengorbankan integritas habitat atau pengalaman pengunjung.
๐ Wawasan Kapasitas Daya Dukung Pariwisata (DDDT)
Penilaian DDDT menggunakan berbagai metrik seperti Kapasitas Daya Dukung Riil (RCC) Dan Kapasitas Daya Dukung Efektif (ECC) untuk mengevaluasi berbagai rute dan lokasi pendakian di dalam Taman Nasional Komodo:
- Pada Pulau Komodo, salah satu rute trekking utama Hutan Asam Banu Nggulung diperkirakan memiliki Kapasitas tampung sebenarnya adalah 102 pengunjung per hari. dan sebuah kapasitas tampung efektif 74 pengunjung per hari. Kapasitas trekking secara keseluruhan di pulau itu diperkirakan sebesar... 513 pengunjung per hari (sekitar 187.245 pengunjung per tahun).
- Pulau Padar ditemukan mendukung tentang 37 pengunjung per hari, mencerminkan kepekaan dan keterbatasan fisik lanskapnya.
- Pulau Rinca Rute trekking diperkirakan memiliki kapasitas tampung wisata sebesar... 121 pengunjung per hari (setara dengan sekitar 44.165 pengunjung per tahun).
Angka-angka ini membantu pihak pengelola taman memutuskan berapa banyak pengunjung yang dapat ditampung tanpa menyebabkan kerusakan vegetasi, gangguan terhadap satwa liar, atau kepadatan di sepanjang jalur pendakian.
๐ ๏ธ Digunakan untuk Kebijakan Manajemen Pengunjung
Dokumen DDDT memainkan peran kunci dalam mengembangkan kebijakan untuk Strategi pengelolaan pengunjung dan konservasi. Misalnya:
- Hal ini telah digunakan sebagai dasar ilmiah untuk kuota pengunjung untuk melindungi nilai-nilai ekologis taman sambil mempertahankan pengalaman pengunjung yang berkualitas tinggi. Dalam perkembangan kebijakan terkini, pemerintah Indonesia berencana untuk batasi jumlah pengunjung Taman Nasional Komodo menjadi sekitar 1.000 per hari, mencerminkan studi daya dukung dan bertujuan untuk mengurangi degradasi ekosistem.
- Otoritas taman dan pemangku kepentingan bekerja sama melalui sistem digital (seperti SiOra platform) untuk mengelola pemesanan dan memastikan bahwa jumlah pengunjung tidak melebihi batas kapasitas.
Langkah-langkah ini dirancang untuk melindungi area sensitif, terutama selama musim puncak ketika jumlah pengunjung dapat dengan mudah melebihi kapasitas ekosistem taman.
โSaksikan komodo di habitat aslinya, jelajahi lanskap yang menakjubkan, dan berenang bersama pari manta โ pesan tur Anda hari ini!โ, Hubungi kami



